16 Soal UTUL UGM 2017 Bahasa Indonesia dengan Kunci Jawaban
Dinas Perhubungan Gunungkidul telah melakukan kajian terhadap penataan angkutan di daerah tersebut. Armada angkutan perkotaan yang ada ternyata menambah beban konsumen, terutama yang berasal dari daerah-daerah sehingga angkutan perkotaan (angkot) akan dilebur menjadi satu dalam angkutan pedesaan (angkudes). Para penumpang yang berasal dari desa terpaksa berganti angkutan untuk sampai ke kota, baik pusat pemerintahan kabupaten, pasar, maupun tempat lainnya sehingga menambah biaya. Di samping itu, jumlah kendaraan, khususnya angkudes dan angkot, juga semakin menyusut karena dijual ke luar daerah atau tidak diperpanjang izin trayeknya akibat semakin sepinya penumpang.
(Sumber: Kedaulatan Rakyat, 11 Februari 2017)
1. Pernyataan yang tidak berhubungan dengan isi bacaan di atas adalah ....
A. angkutan perkotaan ternyata menambah beban konsumen
B. penumpang dari desa harus naik angkutan lebih dari satu kali untuk menuju pusat pemerintahan
C. biaya perpanjangan trayek yang mahal membuat pemilik angkutan tidak memperpanjang izin trayeknya
D. terjadi perubahan jumlah kendaraan di Gunungkidul
E. penumpang semakin berkurang sehingga banyak angkutan yang tidak beroperasi
2. Ide pokok bacaan di atas adalah ....
A. hasil kajian terhadap penataan angkutan di Gunungkidul
B. penyatuan angkot dan angkudes
C. alasan keberatan penumpang angkutan
D. menyusutnya jumlah angkutan di Gunungkidul
E. sepinya penumpang angkutan di Gunungkidul
3. Penulisan unsur serapan yang tidak sesuai dengan pedoman ejaan terdapat dalam kalimat ....
A. duduk di bawah pohon rindang dapat membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang sehingga stress pun hilang
B. cara tersebut cukup efektif bila dilakukan oleh perempuan yang menderita gangguan kecemasan
C. ragam aktivitas di luar ruang berpengaruh besar terhadap para remaja
D. untuk mendapatkan sensasi rileks yang optimal, segala macam gawai sebaiknya ditinggalkan
E. jurnalis sains, Florence Williams, melaporkan bahwa beristirahat di bawah pohon rindang sangat bermanfaat
4. Penulisan kata yang tidak sesuai dengan pedoman ejaan terdapat dalam kalimat ....
A. buah dan sayuran nonorganik tidak selalu berarti tidak sehat
A. beberapa mahasiswa yang lolos tes dan memenuhi persyaratan, akan mendapat beasiswa dari universitas terkenal di Tokyo
B. para mahasiswa yang akan mengikuti tes kemampuan bahasa Jepang secara gratis diharapkan mendaftarkan diri di ruang kantor
C. para ahli matematika merasa kagum, ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat
D. seorang pedagang di pasar mengatakan, sambil melayani pelanggannya, bahwa kenaikan harga cabai dan bawang merah sudah berlangsung selama tiga tahun
E. para penyelenggara negara yang dalam batas waktu tertentu tidak melaporkan harta kekayaannya ke KPK, akan dikenakan sanksi yang berupa denda atau hukuman
6. Pemakaian kata berimbuhan yang tidak tepat terdapat dalam kalimat ....
A. Pemakaian kata berimbuhan yang tidak tepat terdapat dalam kalimat ....
B. pemecahan ombak untuk mengurangi abrasi dapat dilakukan dengan beberapa cara
C. sebuah organisasi memberikan pemahaman yang bagus tentang bakau kepada Kelompok Cinta Lingkungan
D. penanaman pohon jati dilakukan di lahan seluas dua hektare
E. penambahan jumlah warga yang dengan sadar ikut menjaga ekosistem cukup besar
7. Gabungan kata bercetak miring yang bukan kata majemuk terdapat dalam kalimat ....
A. kurikulum terbaru mengamanatkan agar setiap mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar sampai sekolah tingkat atas mengandung pendidikan karakter
B. kapal-kapal modern juga didorong mematuhi aturan sandar, tidak melewati garis batas zona kapal tradisional
C. pameran pendidikan dan peralatan sekolah paling bergengsi di Indonesia diselenggarakan oleh pemerintah bersama universitas terkenal
D. pembangunan rumah susun model linear menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan hunian warga ibu kota
E. duta besar luar biasa dan berkuasa penuh adalah pejabat diplomatik yang ditugaskan ke negara lain untuk mewakili negara
8. Kalimat yang polanya tidak sama dengan kalimat yang lain adalah ....
A. banyak buku dan tulisan mampu mengubah nasib sebuah bangsa
B. kegiatan membaca akan dapat membangun karakter masyarakat
C. setiap pelajar diharuskan menghasilkan sebuah tulisan pendek
D. membaca tidak cukup dijadikan sebagai ajakan atau imbauan
E. mereka pasti akan menemukan buku yang tepat
9. Akibat vertical speed yang terlalu tinggi, pesawat menjadi sulit dikontrol saat roda hendak menyentuh landasan sehingga benturan keras terjadi dan pesawat pun bisa terpental ke luar landasan. Kalimat inti dari kalimat di atas adalah ....
A. vertical speed terlalu tinggi
B. pesawat sulit dikontrol
C. roda pesawat menyentuh landasan
D. terjadi benturan keras
E. pesawat terpental ke luar landasan
10. Dalam Konferensi Internasional Kebudayaan Papua itu tidak diputuskan tempat penyelenggaraan konferensi berikutnya. Kalimat yang memiliki pola yang sama dengan kalimat di atas adalah ....
A. Untung Subagyo, pejabat yang terpilih itu, mengawali kariernya dari bawah
B. seperti telah kita ketahui, perekonomian Amerika Serikat sangat berpengaruh
C. telah kami bicarakan dalam rapat terdahulu bahwa kenaikan gaji pegawai baru bisa dilaksanakan tahun depan
D. kita sadari bahwa bencana alam dapat datang kapan saja tanpa kita duga
E. berdasarkan pengarahan pimpinan, pembangunan kampus baru itu dapat dilakukan secara bertahap
11. Kita tidak boleh berpangku tangan melihat dampak negatif media sosial. Makna ungkapan berpangku tangan dalam kalimat di atas adalah ....
A. suka bermalas-malasan
B. tidak berbuat apa-apa
C. tidak bergeming
D. tidak bekerja
E. merenung saja
12. Pemerintah merasa bangga telah memprioritaskan hasil karya sendiri dalam menopang pembangunan konstruksi nasional. Kata yang tepat untuk menggantikan kata memprioritaskan dalam kalimat di atas adalah ....
A. mengunggulkan
B. mendahulukan
C. memperhatikan
D. mempertahankan
E. menggunakan
13. Insiden pesawat keluar landasan merupakan kecelakaan yang paling sering terjadi. Kata yang tepat untuk menggantikan kata insiden dalam kalimat di atas adalah ....
A. tindakan
B. kejadian
C. keadaan
D. kecelakaan
E. kenyataan
14. Meskipun beberapa link yang dituliskan sudah berkali-kali dicermati, informasi yang diperlukannya belum memadai. Padanan kata yang tepat untuk kata link dalam kalimat di atas adalah ....
A. pranala
B. saltik
C. luring
D. portofan
E. warganet
Banyak orang sulit tersenyum. Mereka ... bahwa hal-hal yang terburuk memang terjadi pada dirinya. Mereka mempunyai kebiasaan melihat kepada orang-orang yang lebih beruntung dan lupa melihat ... Orang-orang yang seperti ini kemudian terbiasa memfokuskan ... pada hal-hal yang buruk semata. Begitu berita negatif datang, rangkaian pemikiran bernada suram terpicu untuk ... Hal-hal yang mengalir ke luar bisa berbentuk gosip politik, kebencian, juga caci maki, terhadap golongan tertentu. Dampaknya adalah ... berwarna abu-abu, dan tak pernah merah muda.
(Sumber: Kompas, 18 Maret 2017)
15. Rumpang dalam paragraf di atas dapat dilengkapi dengan deret kata berikut ....
A. marah, dirinya, kesukaannya, tercerahkan, hidup menyenangkan
B. tidak percaya, hal-hal indah, dakwaannya, membabi buta, hidup suram
C. beranggapan, ke bawah, perhatiannya, tercerahkan, hidup suram
D. kurang yakin, hal-hal indah, perhatiannya, tercerahkan, hidup suram
E. beranggapan, dirinya, tercerahkan, membabi buta, hidup suram
Dalam memasuki era baru perpajakan, dibutuhkan perubahan paradigma seluruh elemen bangsa, termasuk para pejabat negara, pegawai pajak, pegawai sektor keuangan, penegak hukum, dan masyarakat wajib pajak. Sebagai inisiatif global, AEOI (Automatic Exchange of Information) menuntut perubahan corak keterbukaan domestik agar penggalian potensi pajak lebih optimal dan perbankan dalam negeri tidak justru menjadi tempat persembunyian baru bagi wajib pajak dalam negeri. Era keterbukaan ini adalah cara efektif meningkatkan penerimaan pajak dengan menegakkan prinsip ability to pay, yakni yang lebih mampu akan membayar lebih besar. Sistem perpajakan harus mampu mendeteksi siapa memiliki apa (who own what) sebagai basis pemajakan yang adil.
(Sumber: Koran Kompas, 7 Maret 2017)
16. Kesimpulan paragraf di atas adalah ….
A. perubahan paradigma perpajakan
B. perubahan corak keterbukaan
C. optimalisasi potensi pajak
D. efektivitas penerimaan
E. pemajakan yang berkeadilan
Penulisan kata serapan dan bentuk terikat harus mengikuti kaidah yang diatur dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Kesalahan penulisan sering terjadi pada penulisan kata ulang atau kata yang mendapat awalan/akhiran yang tidak sesuai dengan bentuk dasarnya.Pada pilihan B, kata "memporak-porandakan" tidak tepat karena bentuk dasar yang benar adalah "porak-poranda". Ketika mendapat awalan me- dan akhiran -kan, kata tersebut seharusnya ditulis "memporakporandakan" tanpa tanda hubung, karena bentuk dasarnya merupakan gabungan kata yang sudah padu.Berikut adalah penjelasan untuk pilihan lainnya:A Penulisan nonorganik sudah benar karena bentuk terikat non- harus ditulis serangkai dengan kata dasar yang mengikutinya.C Penulisan memberi tahu sudah benar karena merupakan dua kata terpisah yang tidak mendapatkan imbuhan gabungan.D Penulisan antipeluru sudah benar karena bentuk terikat anti- ditulis serangkai dengan kata dasar.E Penulisan sistematis sudah sesuai dengan kaidah penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia.BPenggunaan tanda koma harus memperhatikan struktur kalimat, terutama untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat atau untuk mengapit keterangan tambahan. Tanda koma tidak boleh digunakan di antara subjek dan predikat atau di antara predikat dan objek.Pada pilihan E, penggunaan tanda koma sudah tepat karena digunakan untuk mengapit keterangan tambahan (aposisi) yang memberikan informasi lebih lanjut mengenai subjek "para penyelenggara negara". Struktur ini membantu memperjelas subjek sebelum masuk ke predikat utama "akan dikenakan sanksi".Berikut adalah penjelasan untuk pilihan lainnya:A Penggunaan tanda koma setelah "persyaratan" salah karena memisahkan subjek dengan predikat.B Kalimat ini tidak memerlukan tanda koma karena tidak ada anak kalimat atau keterangan tambahan yang perlu dipisahkan.C Penggunaan tanda koma setelah "kagum" salah karena memisahkan predikat dengan anak kalimat pengganti objek.D Penggunaan tanda koma setelah "mengatakan" tidak tepat karena memisahkan predikat dengan objek, kecuali jika keterangan di antara koma tersebut merupakan keterangan tambahan yang bersifat opsional.E
Penggunaan imbuhan dalam bahasa Indonesia harus mengikuti kaidah pembentukan kata yang baku, di mana awalan atau akhiran yang dipilih harus sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Kesalahan sering terjadi pada pemilihan bentuk imbuhan yang tidak lazim atau tidak sesuai dengan konteks kalimat.Pada pilihan A, kalimat tersebut merupakan pengulangan dari pertanyaan itu sendiri dan tidak mengandung kesalahan struktur imbuhan. Pilihan B, C, D, dan E menggunakan kata berimbuhan seperti "pemecahan", "pemahaman", "penanaman", dan "penambahan" yang sudah tepat secara morfologis dan kontekstual. Oleh karena itu, tidak ada pilihan yang menunjukkan penggunaan kata berimbuhan yang tidak tepat dalam konteks soal ini.Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pilihan lainnya:A Kalimat ini hanyalah pengulangan instruksi soal dan tidak menunjukkan kesalahan penggunaan imbuhan.B Kata pemecahan sudah tepat digunakan untuk merujuk pada proses atau cara memecah ombak.C Kata pemahaman sudah tepat digunakan untuk merujuk pada proses memberikan pengertian atau pengetahuan.D Kata penanaman sudah tepat digunakan untuk merujuk pada proses menanam pohon.E Kata penambahan sudah tepat digunakan untuk merujuk pada proses menambah jumlah warga.AKata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna baru dan tidak dapat disisipi kata lain atau dipisahkan maknanya. Sebaliknya, gabungan kata yang bukan kata majemuk biasanya terdiri dari kata dasar dan kata sifat atau keterangan yang masih berdiri sendiri secara makna.Pada pilihan E, frasa "duta besar" merupakan contoh kata majemuk karena merujuk pada satu jabatan spesifik, namun "luar biasa" dan "berkuasa penuh" dalam konteks tersebut berfungsi sebagai atribut atau keterangan yang menjelaskan sifat dari jabatan tersebut, bukan satu kesatuan kata majemuk yang utuh. Pilihan A, B, C, dan D menggunakan gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kesatuan makna (kata majemuk) dalam bidang masing-masing.Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pilihan lainnya:A Mata pelajaran merupakan istilah teknis yang merujuk pada satu kesatuan bidang studi, sehingga termasuk kata majemuk.B Kapal tradisional merupakan gabungan kata yang merujuk pada jenis kapal tertentu, sehingga membentuk kata majemuk.C Peralatan sekolah merupakan gabungan kata yang merujuk pada satu kesatuan objek, sehingga termasuk kata majemuk.D Rumah susun merupakan istilah baku untuk hunian vertikal, sehingga merupakan kata majemuk.E
Analisis pola kalimat melibatkan identifikasi subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Kalimat-kalimat tersebut memiliki pola S-P-O atau S-P-K, kecuali satu kalimat yang memiliki struktur berbeda.Berikut adalah penjelasan untuk pilihan yang salah:A memiliki pola S (banyak buku dan tulisan) - P (mampu mengubah) - O (nasib sebuah bangsa).B memiliki pola S (kegiatan membaca) - P (akan dapat membangun) - O (karakter masyarakat).C memiliki pola S (setiap pelajar) - P (diharuskan menghasilkan) - O (sebuah tulisan pendek).E memiliki pola S (mereka) - P (pasti akan menemukan) - O (buku yang tepat).DKalimat inti merupakan bagian paling dasar dari sebuah kalimat yang terdiri dari subjek dan predikat saja, tanpa perluasan atau keterangan tambahan. Dalam kalimat tersebut, inti dari peristiwa yang terjadi adalah adanya benturan keras sebagai akibat dari kondisi yang dijelaskan sebelumnya.D
Kalimat tersebut memiliki pola Keterangan (K) - Subjek (S) - Predikat (P) - Objek (O). Frasa "Dalam Konferensi Internasional Kebudayaan" berfungsi sebagai keterangan tempat, "Papua" sebagai subjek, "tidak diputuskan" sebagai predikat, dan "tempat penyelenggaraan konferensi berikutnya" sebagai objek.Berikut adalah penjelasan untuk pilihan yang salah:A Pola kalimat ini adalah Subjek - Predikat - Keterangan, karena "Untung Subagyo" adalah subjek yang diikuti oleh keterangan aposisi.B Kalimat ini diawali dengan frasa keterangan, namun strukturnya tidak memiliki objek yang jelas karena "sangat berpengaruh" berfungsi sebagai predikat yang diikuti keterangan.C Kalimat ini memiliki pola Predikat - Subjek - Pelengkap, di mana "telah kami bicarakan" merupakan predikat yang mendahului subjek.D Kalimat ini memiliki pola Subjek - Predikat - Objek, di mana "kita" adalah subjek dan "sadari" adalah predikat.EUngkapan "berpangku tangan" merupakan idiom yang menggambarkan sikap pasif atau tidak melakukan tindakan apa pun dalam menghadapi suatu situasi. Dalam konteks kalimat tersebut, penulis menekankan perlunya tindakan nyata untuk mengatasi dampak negatif media sosial, sehingga lawan dari sikap tersebut adalah berdiam diri.BKata "memprioritaskan" berarti memberikan kedudukan atau kepentingan yang lebih utama kepada sesuatu dibandingkan hal lainnya. Kata "mendahulukan" memiliki makna yang paling mendekati karena merujuk pada tindakan menempatkan sesuatu di urutan pertama atau memberikan perhatian lebih utama.Berikut adalah penjelasan untuk pilihan yang salah:A Mengunggulkan berarti menganggap sesuatu lebih baik atau lebih unggul, yang tidak selalu berarti memberikan prioritas utama dalam konteks teknis konstruksi.C Memperhatikan berarti memberikan perhatian atau kepedulian, namun tidak mencakup aspek pemilihan atau pengutamaan.D Mempertahankan berarti menjaga agar sesuatu tetap ada atau tidak berubah, yang berbeda dengan konsep memprioritaskan.E Menggunakan berarti memakai sesuatu, namun tidak menunjukkan adanya skala prioritas atau pengutamaan di dalamnya.B
Kata insiden merujuk pada suatu peristiwa atau kejadian yang tidak direncanakan. Dalam konteks kalimat tersebut, kata yang paling tepat untuk menggantikannya adalah kejadian karena memiliki makna yang setara dalam mendeskripsikan sebuah peristiwa.Berikut penjelasan pilihan lainnya:A tindakan merujuk pada perbuatan atau aksi yang dilakukan dengan sengaja, sehingga tidak sesuai dengan konteks kecelakaan.C keadaan merujuk pada situasi atau kondisi tertentu, bukan pada peristiwa spesifik yang terjadi.D kecelakaan sudah digunakan dalam kalimat tersebut, sehingga akan terjadi pengulangan kata yang tidak efektif.E kenyataan merujuk pada hal yang benar-benar ada atau terjadi, namun tidak spesifik menggambarkan sebuah peristiwa kecelakaan.BKata link dalam bahasa Inggris merujuk pada hubungan atau tautan elektronik dalam jaringan internet. Dalam bahasa Indonesia, istilah resmi yang ditetapkan oleh KBBI untuk padanan kata link adalah pranala.Berikut penjelasan pilihan lainnya:B saltik merupakan padanan untuk istilah typo atau salah ketik.C luring merupakan singkatan dari luar jaringan, yang merupakan lawan kata dari daring.D portofan bukan merupakan istilah baku dalam bahasa Indonesia yang berkaitan dengan teknologi informasi.E warganet merupakan padanan untuk istilah netizen atau warga internet.AParagraf tersebut membahas tentang kecenderungan seseorang untuk selalu berpikir negatif dan mengabaikan sisi positif kehidupan. Pilihan yang paling logis untuk melengkapi rumpang tersebut adalah beranggapan, ke bawah, perhatiannya, tercerahkan, dan hidup suram, karena alur kalimatnya membentuk koherensi yang tepat mengenai pola pikir pesimis.Berikut penjelasan pilihan lainnya:A pilihan ini tidak logis karena kata kesukaannya dan hidup menyenangkan tidak sesuai dengan konteks paragraf yang membahas hal-hal buruk.B pilihan ini tidak lengkap dan tidak memiliki kesinambungan makna yang tepat dengan kalimat berikutnya.D kata kurang yakin tidak tepat untuk menggambarkan keyakinan seseorang terhadap nasib buruknya, dan pilihan ini tidak memiliki kelengkapan kata yang sesuai.E pilihan ini tidak memiliki urutan kata yang tepat untuk mengisi lima bagian rumpang yang tersedia dalam teks.C
PenjelasanParagraf tersebut menekankan pentingnya perubahan paradigma dan sistem keterbukaan informasi (AEOI) sebagai instrumen untuk mencapai keadilan dalam pemajakan. Inti dari seluruh argumen yang disampaikan adalah bahwa keterbukaan dan perubahan sistem bertujuan untuk memastikan setiap wajib pajak berkontribusi sesuai dengan kemampuannya demi terciptanya keadilan.Berikut adalah penjelasan mengenai pilihan jawaban yang kurang tepat:A tidak tepat karena perubahan paradigma hanyalah langkah awal atau syarat pendukung, bukan tujuan akhir yang ingin dicapai dari keseluruhan narasi tersebut.B tidak tepat karena keterbukaan hanyalah metode atau alat yang digunakan untuk mencapai sistem perpajakan yang lebih baik, bukan merupakan kesimpulan utama dari teks.C tidak tepat karena optimalisasi potensi pajak merupakan dampak atau hasil yang diharapkan, namun belum mencakup esensi keadilan yang menjadi penekanan utama dalam teks.D tidak tepat karena efektivitas penerimaan hanyalah salah satu indikator keberhasilan sistem, sedangkan teks lebih menyoroti prinsip keadilan sebagai basis pemajakan.







コメント
コメントを投稿