Cari Blog Ini

15 Soal SIMAK UI 2018 KIMIA dan Pembahasan


NOMOR 46 - 60


Soal SIMAK UI 2018 Kimia nomor 46
Suatu ion dari atom unsur Y dengan nomor atom 27 memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d7. Ion tersebut adalah ....
(A) Y+
(B) Y2+
(C) Y3+
(D) Y-
(E) Y2-

Pembahasan SIMAK UI 2018 Kimia nomor 46
Pada soal diketahui unsur Y memiliki nomor atom 27, perlu diingat bahwa nomor atom menjadi indikator yang menyatakan jumlah proton (atom positif), karena secara alami jumlah proton tetap sama. Sebuah atom pada kondisi awal atau netral akan memiliki jumlah elektron (proton negatif) sama banyak dengan jumlah proton (atom positif). 
Maka untuk mengetahui jumlah elektron pada kondisi awal atau orisinalnya (sebelum adanya reaksi) kita akan melihat nomor atom dari atom tersebut, dimana nanti kita akan tahu jumlah proton, lalu jumlah elektron pada kondisi awal.

Singkatnya, ketika suatu unsur bertemu dengan unsur lain yang saling cocok, adanya kemungkinan gaya dari atom pada masing-masing unsur itu saling mendekat dan bereaksi (terjadi perpindahan elektron).
Dikarenakan sebuah unsur bisa bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa kecil atau besar, dengan melakukan perpindahan elektron dari satu unsur ke unsur lain.
Dimana unsur yang memberikan elektron akan ditandai dengan bersifat positif (karena jumlah proton lebih banyak dari elektron), unsur yang positif ini bukan lagi unsur tetapi ion dan diberi nama khusus, kation (ion positif). 
Demikian juga, unsur yang menerima elektron akan ditandai dengan bersifat negatif (karena jumlah elektron lebih banyak dari proton), unsur yang negatif ini bukan lagi unsur tetapi ion dan diberi nama khusus, anion (ion negatif). 

Di soal diberikan konfigurasi elektron ion Y, dimana kita bisa mengetahui jumlah elektron pada ion Y 
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d7 (berdasarkan tingkat energi) atau 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3d4s1 (berdasarkan kulit) , maka jumlah elektron ion Y adalah 2 + 2 + 6 + 2 + 6 + 7 + 1 = 26

Sedangkan, kita tahu unsur Y memiliki banyak proton yaitu 27, maka jumlah elektron pada kondisi awal adalah sebanyak 27. Jika kita buat konfigurasi elektronnya, 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d7 (berdasar tingkat energi) atau 1s2 2s22p6 3s23p63d7 4s2 (berdasar kulit)

Jika kita bandingkan banyak elektron pada ion Y dan pada unsur Y, elektron telah berkurang satu buah.
Maka ion Y yang dimaksud telah memberikan satu elektronnya kepada unsur lain, menyebabkan jumlah proton ion Y lebih banyak dari jumlah elektronnya, ion Y bersifat positif atau kation.
Jawabannya A




Soal SIMAK UI 2018 Kimia nomor 47
Di antara molekul-molekul berikut, yang semuanya bersifat polar adalah ….
(A) H2O, H3N, dan H4C
(B) H2O, H3N, dan HCl
(C) H2O2, SeCl2, dan H6C6
(D) H2O2, PCl3, dan CO2
(E) H2O2, CH3Br, dan Cl2

Pembahasan SIMAK UI 2018 Kimia nomor 47

Pada soal meminta kita mencari molekul yang bersifat polar.
Pertama-tama, kita harus mengetahui apa yang dimaksud bersifat polar. Secara umum, molekul atau senyawa bersifat polar merupakan istilah untuk menamai molekul atau senyawa yang memiliki total gaya (resultan gaya) pada mereka tidak netral, walau stabil, namum ada sedikit gaya tarik dari mereka ke molekul atau unsur disekitar mereka. 
Dan jika dilihat dari bentuk, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan molekul yang bersifat polar akan memiliki bentuk ikatan antar molekul yang tidak simetris, sehingga distribusi gaya tarik mereka tidak sama banyak di setiap sisi, dan ada sisi yang cenderung lebih besar gaya ikatannya, dan sedikit menarik molekul atau unsur lain di sekitarnya.

Pada soal diberikan beberapa senyawa, kita harus bisa melihat bagaimana bentuk struktur ikatan mereka, dengan mempelajari kaidah dari struktur lewis. Senyawa H2O, H3N, HCl memiliki bentuk ikatan antar molekul atau struktur lewis yang tidak simetris.
Jawabanya B




Soal SIMAK UI 2018 Kimia nomor 48

Senyawa hidrokarbon dibakar sempurna dengan oksigen berlebih menghasilkan 44 gram karbondioksida dan 13,5 gram air. Rumus senyawa hidrokarbon tersebut adalah ....
(A) C1H4
(B) C4H6
(C) C2H4
(D) C2H6
(E) C3H6

Pembahasan SIMAK UI 2018 Kimia nomor 48

Pada soal diberikan gambaran dari reaksi apa yang terjadi, suatu pembakaran senyawa hidrokarbon yang belum diketahui pastinya, namun diberikan informasi mengenai produk hasil dari reaksi.
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang terjadi dari hidrogen (H) dan karbon (C)
Dan yang dinamakan reaksi pembakaran untuk senyawa apapun adalah proses reaksi dari senyawa apapun itu dengan oksigen.
Jadi,  senyawa hidrokarbon yang belum diketahui pastinya itu bereaksi dengan oksigen menghasilkan 44 gram karbondioksida dan 13,5 gram air 
CxHy     +     O2        CO2     +     H2O
    ---                                  44 g            13,5 g
Sesuai prinsip Ketetapan Mol dan Masa Stoikiometri Kimia
Jumlah akumulatif (total) mol dan masa pada karbon dan hidrogen sebelum reaksi akan tetap sama dengan setelah reaksi. Atau jika tidak sama, memiliki perbandingan yang tidak berubah.
Sekarang, kita harus mengetahui berapa mol atau paling tidak berapa masa karbon dan hidrogen setelah reaksi, setelah ini kita bisa mengetahui berapa jumlah mol atau masa karbon dan hidrogen di awal yang dibakar.
CO2 bermasa 44 gram sama banyaknya dengan satu mol CO2, secara langsung kita tahu bahwa, pada satu mol CO2 tersebut terdapat satu mol C dan dua mol O. 
Jika perlu, bisa digambar persamaan reaksinya
CO2                C        +       2O
1 mol                1mol            2mol

H2O bermasa 13,5 gram sama banyaknya dengan 0,75 mol H2O
Maka pada 0,75 mol H2O tersebut terdapat 1,5 mol dan 0,75 mol O. 

Pada hasil reaksi (produk) terdapat 1 mol C dan 1,5 mol atau jumlah mol C dan H berbanding 2 : 3.
Maka pada senyawa yang reaksikan (reaktan) harus ada 1 mol C dan 1,5 mol H atau jumlah C dan H berbanding 2 : 3.

Jawabannya B




Soal SIMAK UI 2018 Kimia nomor 49

Sebanyak 200 ml larutan kalsium klorida direaksikan dengan kalium fosfat berlebih sehingga terbentuk endapan kalsium fosfat. Jika setelah disaring dan dikeringkan endapan yang terbentuk memiliki berat 6,2 gram, konsentrasi awal larutan kalsium klorida adalah .... (Ar Ca = 40; Cl = 35,5; K = 39; P = 31; dan O = 16).
(A) 0,03 M
(B) 0,10 M
(C) 0,20 M
(D) 0,30 M 
(E) 0,40 M

Pembahasan SIMAK UI 2018 Kimia nomor 49

Pada soal diberikan gambaran dari reaksi apa yang terjadi, kalium klorida yang belum diketahui konsentrasinya itu direaksikan dengan kalium fosfat berlebih sehingga terbentuk endapan kalsium fosfat sebanyak 6,2 gram.
3CaCl2     +     2K3PO4          Ca3PO4        +     6KCl
Sesuai persamaan reaksi, kita bisa menyimpulkan bahwa perbandingan jumlah mol CaCl2 dan Ca3PO4 adalah 3 : 1.Yang mengendap adalah Ca3PO4 saja, KCl tetap larut. 
6,2 gram Ca3PO4 sama banyaknya dengan 0,02 mol Ca3PO4
Maka mol CaCl2 adalah sebanyak 0,06 mol dan diketahui terdapat dalam 200 mL.
Konsentrasi CaCl2 0,06 mol dalam 0,2 L air, atau terdapat 0,3 mol per liter air.
Jawabannya D




Soal SIMAK UI 2018 Kimia nomor 50

Ke dalam sebuah bola basket bervolume 5 L pada 27 C dan 1,2 atm dimasukkan campuran gas yang terdiri dari 80% He dan 20% Ar. Jika kedua gas dianggap bersifat ideal dan tidak bereaksi, jumlah molekul He dalam bola basket tersebut adalah .... (R = 0,082 L.atm.mol-1K-1 dan bilangan Avogadro = 6,0 × 1023).
(A) 2,93 × 1022
(B) 1,17 × 1023
(C) 1,46 × 1023
(D) 1,83 × 1023
(E) 7,32 × 1023


Pembahasan SIMAK UI 2018 Kimia nomor 50

Pada soal diberikan gambaran dari reaksi apa yang terjadi, campuran gas yang terdiri dari 80% He dan 20% Ar ke dalam wadah, dan ingin mencari jumlah molekul He dalam wadah itu. 
Karena di soal, kurang lengkap informasinya bahwa 80% dan 20% adalah perbandingan jumlah dalam ukuran apa, kita anggap 80% dan 20% sebagai perbandingan jumlah mol.
perbandingan jumlah mol He dengan Ar adalah 4 : 1, untuk setiap x mol He, terdapat 0,25x Ar.
kedua gas bersifat ideal dan tidak bereaksi.
PV = n R T
1,2 atm . 5 L     =             (nHe + nAr)        .  0,082  .  300 K
1,2 atm . 5 L     =     ( x mol + 0,25 x mol)  .  0,082  .  300 K  
    x mol                        0,195 mol
Jumlah molekul He = mol He . bilangan avogadro = 0,26,0 × 1023
Jawabannya B




Soal SIMAK UI 2018 Kimia nomor 51

Pada kalorimeter sederhana dimasukkan 100 mL 1 M NaOH yang selanjutnya direaksikan dengan 100 mL 1 M HCl. Temperatur larutan (d = 1 g/mL) dalam kalorimeter meningkat dari 25°C menjadi 32,1°C. Jika kalor jenis larutan adalah 4,2 J.g-1.°C-1 , perubahan entalpi reaksi netralisasi tersebut adalah ....
(A) -60 kJ/mol
(B) -6 kJ/mol
(C) +6 kJ/mol
(D) +60 kJ/mol
(E) +30 kJ/mol

Pembahasan SIMAK UI 2018 Kimia nomor 51

Kalorimeter berarti system terisolasi, dimana tidak ada energy yang keluar dari system itu.
Dalam calorimeter bisa terjadi reaksi eksoterm ataupun endoterm.
Jika eksoterm, reaksi akan melepas kalor, kalor yang dilepas reaksi tidak keluar dari system, dan bisa diserap oleh reaksi itu sendiri atau calorimeter.
Qdilepas reaksi = -(Qdiserap larutan + Qdiserap kalorimeter)
Qdilepas reaksi = -(m.c.∆T + C . ∆T)
m = masa larutan
c = kalor jenis larutan
C = kapasitas calorimeter
∆T = perubahan suhu
Demikian, jika endoterm, reaksi akan menyerap kalor, kalor yang diserap reaksi, berasal dari kalor yang dilepas larutan dan kalor yang dilepas calorimeter.
Qdiserap reaksi = (Qdilepas larutan + Qdilepas kalorimeter)
Qdiserap reaksi = (m.c.∆T + C . ∆T)
m = masa larutan
c = kalor jenis larutan
C = kapasitas calorimeter
∆T = perubahan suhu

Di soal diketahui suhu meningkat, berarti reaski antara asam dan basa tersebut melepaskan kalor (Q) ke sistem atau disebut eksoterm.
Terdapat 100mL NaOH dan 100mL HCl
Volume total larutan menjadi 200 mL, dan masa larutan = 200mL x 1g/mL = 200 gram
Qkalorimeter diabaikan di soal
Qreaksi = -Qlarutan = - (200 . 4,2 . 7) = -6000 J
NaOH + HCl -> NaCl + H2O

 

NaOH

HCl

NaCl

H2O

Awal

0,1

0,1

0

0

Reaksi

0,1

0,1

0,1

0,1

Hasil

0

0

0,1

0,1

Kalor penetralan adalah -6kJ untuk menetralkan 0,1 mol NaOH dengan 0,1 mol HCl.

Ditanya adalah perubahan entalpi reaksi netralisasi berarti untuk 1 mol NaOH, maupun 1mol HCl. Q = -60kJ. Karena kebanyak reaksi kimia berlangsung pada keadaan isobar, berarti ∆Hreaksi = Qreaksi.
Jawabannya A




Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 52

Diketahui Ksp BaF2, PbF2, dan CaF2 berturut-turut adalah 1,8 × 10-6 ; 3,6 × 10-8 ; dan 3,4 × 10-11. Pernyataan manakah yang benar?
(A) dalam larutan HF 0,5 M, kelarutan BaF2, PbF2, dan CaF2 adalah sama
(B) dalam larutan NaF 0,01 M, kelarutan BaF2 yang paling kecil
(C) dalam larutan HF 0,2 M, kelarutan CaF2 yang paling besar
(D) dalam larutan NaF 0,05 M, kelarutan PbF2 lebih kecil daripada kelarutan CaF2
(E) dalam larutan HF 0,1 M, kelarutan BaF2 lebih besar daripada kelarutan PbF2 ✔
 
Pembahasan SBMPTN 2018 Kimia nomor 52

Pada soal diberikan tiga buah garam florida yaitu BaF2, PbF2, CaF
BaF2       =     Ba2+       +     2F-
PbF2     =     Pb2+      +     2F-
CaF2     =     Ca2+     +     2F-
Ba, Pb, ataupun Ca, memiliki bentuk struktur dan ion yang sama maka perhitungan kelarutan mereka sama, misalkan sebagai senyawa MF2
MF2 ketika dilarutkan akan terjadi ionisasi MF2   ↔    M2+    +    2F-
Kelarutan MF2 dalam air
Jika kelarutan garam MF2 adalah s, maka kelarutan M2+ adalah s, kelarutan 2F- adalah 2s.
Untuk mencari kelarutan harus saat keadaan jenuh, dimana saat keadaan jenuh nilai Ksp adalah hasil kali konsentrasi ion-ionnya.
Ksp = [M2+][F-]2 = 4s3
Dapat disimpulkan bahwa Ksp berbanding lurus dengan kelarutan (s), maka pada soal, senyawa dengan nilai Ksp yang paling besar, paling besar juga tingkat kelarutannya.
Kelarutan BaF2 > kelarutan PbF2 > kelarutan CaF2 (untuk kelarutan dalam air)
Di opsi soal adalah kelarutan dalam NaF atau HF
NaF dan HF memiliki ion yang sejenis, maka tingkat kelarutan mereka sama.
Ksp ↔ [M2+][F-]2 + konsentrasi F ada dua, yaitu dari NaF atau HF dan dari MF2 yang tadi
Ksp ↔ [s][s + 2s]2
Dapat disimpulkan bahwa Ksp berbanding lurus dengan kelarutan (s), maka pada soal, senyawa dengan nilai Ksp yang paling besar, paling besar juga tingkat kelarutannya.
Jawabannya E




Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 53

Produk terbanyak yang dihasilkan dari reaksi adisi antara 1 mol 2-metil2-butena dengan 1 mol HCl adalah ....
(A) 1-kloro-2-metilbutana
(B) 2-kloro-3-metil-2-butena
(C) 2-kloro-2-metilbutana ✔
(D) 1-kloro-2-metil-1-butena
(E) 2-kloro-3-metilbutana

Pembahasan SBMPTN 2018 Kimia nomor 53

Pada soal diberikan gambaran reaksi apa yang terjadi, suatu senyawa hidrokarbon rangkap dua direaksikan dengan asam klorida (HCl). Asam klorida termasuk golongan asam halida yaitu golongan asam yang terdiri dari ikatan antara hidrogen dan senyawa yang termasuk golongan gas halogen. 
Jika senyawa karbon rangkap dua atau tiga direaksikan dengan hidrogen halida (asam halida), maka akan mengalami reaksi adisi. Hasilnya, rangkap tiga menjadi rangkap dua  dan rangkap dua menjadi rangka satu. Dimana reaksi ini mengikuti aturan Markonikov, atom H dari asam halida akan pindah berikatan dengan atom C yang memiliki ikatan rangkai dua atau tiga dan yang memiliki H paling banyak.
Jawabannya C





Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 54

Percobaan penentuan laju untuk dua reaksi memberikan data sebagai berikut:
Reaksi 1 : A → B
Reaksi 2 : X → Y
Pada reaksi 1, jika konsentrasi A dinaikkan dua kali, reaksi berlangsung empat kali lebih cepat. Pada reaksi 2, jika konsentrasi X dinaikkan dua kali, laju reaksi tidak berubah. Kedua reaksi memiliki nilai tetapan laju dan konsentrasi awal pereaksi yang sama. Jika reaksi dilakukan dengan konsentrasi A sama dengan seperempat konsentrasi X ....
(A) reaksi 1 berlangsung delapan kali lebih lambat daripada reaksi 2
(B) reaksi 1 berlangsung delapan kali lebih cepat daripada reaksi 2
(C) reaksi 1 berlangsung 16 kali lebih lambat daripada reaksi 2
(D) reaksi 1 berlangsung 16 kali lebih cepat daripada reaksi 2
(E) kecepatan reaksi dari reaksi 1 dan 2 adalah sama

Pembahasan SBMPTN 2018 Kimia nomor 54


Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 55

Perhatikan reaksi kesetimbangan heterogen di bawah ini!

C(s) + CO2(g\rightleftharpoons 2CO(g)

Manakah pernyataan kesetimbangan yang benar?

A. reaksi tidak bergeser jika ke dalam wadah ditambahkan sejumlah yang sama CO2 dan CO

B. reaksi bergeser ke kanan jika ke dalam wadah ditambahkan sejumlah yang sama CO2 dan CO

C. reaksi bergeser ke kiri jika ke dalam wadah ditambahkan sejumlah yang sama CO2 dan CO

D. reaksi bergeser ke kanan jika ke dalam wadah ditambahkan CO2 dengan jumlah 2 kali CO

E. reaksi tidak bergeser jika ke dalam wadah ditambahkan CO2 dengan jumlah 

\dfrac{1}{2} kali CO



Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 56

Sebanyak 10,5 gram suatu senyawa elektrolit AX2 dilarutkan ke dalam air hingga 500 mL. Larutan tersebut memiliki tekanan osmotik 12,3 atm pada suhu 27°C. Massa molekul AX2 adalah .... (R = 0,082 L.atm.mol-1K-1 ).
A. 42 g/mol
B. 84 g/mol
C. 126 g/mol
D. 252 g/mol
E. 378 g/mol



Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 57

Larutan buffer dibuat dengan melarutkan 200 mL asam asetat 0,15 M dan 100 mL natrium asetat 0,25 M. Perubahan pH larutan buffer setelah ditambahkan 50 mL HCl 0,1 M adalah .... (pKa asam asetat = 4,7)
A. 4,7 – log 1,25
B. 4,7 – log 1,5
C. 4,7 – log 1,75
D. 4,7 + log 1,25
E. 4,7 + log 1,5



Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 58

Dari reaksi-reaksi berikut, yang merupakan reaksi disproporsionasi (autoredox) adalah ....  

(1) 2NO2(g) + H2O(l) \rightarrow HNO2(aq) + HNO3(aq)

(2) 6Li(s) + N2(g) \rightarrow 2Li3N(s)

(3) Cl2(g) + 2OH (aq) \rightarrow ClO (aq) + Cl (aq) + H2O(l)

(4) Ni(s) + Pb(NO3)2(aq) \rightarrow Pb(s+ Ni(NO3)2(aq)

B. 1 dan 3



Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 59

Sebuah sel Galvani tersusun dari elektroda grafit yang dicelupkan dalam larutan KClO4 dalam suasana asam dan elektroda Cu yang dicelupkan dalam larutan Cu(NO3)2. Jika sel tersebut dioperasikan, pernyataan yang benar adalah ....

(Eo Cu2+|Cu = 0,34 V dan ClO4| ClO3- = 1,19 V).

(1) pH larutan KClO4 bertambah

(2) pH larutan Cu(NO3)2 bertambah

(3) elektroda Cu beratnya berkurang

(4) elektroda mengalir dari elektroda grafit  ke elektroda Cu

B. 1 dan 3




Soal SBMPTN 2018 Kimia nomor 60


Vanilin merupakan suatu senyawa organik yang sering digunakan sebagai perasa makanan. Berdasarkan strukturnya, vanilin memiliki gugus fungsi ....

(1) aldehida

(2) hidroksil

(3) eter

(4) alkena

A. 1, 2, 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.